Manusia Sebagai Mahluk Sosial


Manusia sebagai mahluk sosial, sepenggal kalimat ini seringkali kita dengar pada masa kita mengenyam pendidikan di sekolah dasar, makna dari kalimat tersebut adalah sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk berinteraksi dan saling tolong menolong, satu yang gagal diajarkan kepada kita adalah kenyataan itu tidak selalu berjalan sesuai teori, pada saat kita meminta tolong kepada seseorang, ada kemungkinan orang tersebut merasa keberatan ataupun terganggu, tetapi atas dasar pertemanan dan sebagainya maka dengan berat hati mereka akan menolong,

penulis tidak menyimpulkan bahwa ini terjadi pada semua orang, sebagian dari warga masyarakat kita belum menguasai ilmu ikhlas, teori membantu tanpa pamrih dan ikhlas tidak terlalu tertanam pada sebagian diri masyarakat, penulis menyarankan salah satu teori “reward and punishment” yaitu memberikan reward apabila kita meminta tolong kepada seseorang, itu akan membantu menghilangkan perasaan buruk sangka, keberatan dsb.

beberapa bulan terakhir penulis mengalami beberapa kejadian yang bisa dijadikan self reflection, orang yang biasa di mintai tolong pada akhirnya merasa jengkel dan merubah tone bicaranya, saat itu penulis berpikir.. “ah.. ternyata kebiasaan meminta tolong itu tidak begitu baik, jika bisa melakukannya sendiri, maka lakukanlah sendiri”

saat itu juga penulis teringat sebuah lagu dari Bill Withers – Lean on me

begini sepenggal liriknya

Lean on me, when you’re not strong
And I’ll be your friend
I’ll help you carry on
For it won’t be long
‘Til I’m gonna need
Somebody to lean on

lirik tersebut secara gamblang dapat diartikan seperti ini “bersandarlah kepadaku pada saat kamu susah, karena suatu saat aku juga butuh orang untuk bersandar”, sikap seperti ini hanya ada pada teman sejati atau orang yang benar benar dekat kepada kita.

penulis bukan menganjurkan kepada pembaca untuk menjadi social misfits atau menjadi mahluk anti social, tetapi bagi penulis sendiri ada baiknya untuk menjaga “hati” orang orang disekitar, pada saat kita meminta tolong dan mereka merasa idak ikhlas maka kita telah menjadikan “hati” mereka menjadi rusak,

sebuah kesimpulan singkat dan diharapkan dapat menjadi pembangunan diri penulis

“batasi kuantitas permintaan tolong kepada orang orang disekitar anda, pilih orang orang yang terdekat dengan anda, tetapi pada saat seseorang meminta tolong kepada anda lakukanlah dengan ikhlas, dengan membangun sikap seperti ini, maka kualitas hidup anda mungkin akan bertambah”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: