Film “?” by Hanung Bramantyo (spoiler alert)


tulisan ini merupakan kesan yang saya dapat setelah menonton film “?” yang sekarang sedang heboh heboh nya di pergunjingkan, banyak yang bilang terlalu melebih lebihkan, banyak yg bilang kalau Hanung gagal dan sebagainya

bagi saya film ini cukup menarik, pada awal filem di suguhkan dengan pangambilan gambar ketiga tempat ibadah.. bagi saya Hanung bermaksud menggambarkan bahwa masyarakat yang hidup disekitar lokasi bersifat heterogen.. berarti akan banyak konflik yang bermunculan..

lalu adegan penusukan seorang pastor oleh orang tak dikenal..  disini hanung sepertinya bermaksud bahwa sebuah kasus jangan langsung dikaitkan dengan agama..

berbagai konflik bermunculan, adu mulut antara remaja masjid dengan anak seorang pemilik rumah makan, seorang ibu yang pindah agama dari islam ke katholik tetapi anaknya tetap memeluk islam, lalu seorang muslim yang memerankan drama paskah dengan menjadi Yesus kristus, seorang wanita berjilbab yang bekerja pada sebuah restoran cina yang menyuguhkan daging babi..

tetapi dibalik semua konflik tersebut sepertinya Hanung ingin mengajarkan bagaimana kita dapat bertoleransi antar umat beragama, contohnya: sang pemilik restoran memilah alat masak dan alat hidang sesuai dengan masakannya,alat yang bertanda merah hanya boleh untuk memasak daging babi, jadi alat masak untuk babi tidak akan tercampur pada makanan yang dimakan oleh orang islam, contoh toleransi yang di cerminkan oleh wanita berjilbab juga sangat baik menurut saya, dia tidak terlalu mempersoalkan dimana dia bekerja

dalam filem ini ada adegan dimana seorang anak pemilik rumah makan dinasehati oleh bapaknya agar menghormati umat islam dengan cara menutup jendela dan pintu restoran dengan kain pada saat bulan ramadhan, setelah itu anaknya mencabut kain tersebut dan menyatakan bahwa restoran hanya libur pada lebaran pertama, dan buka pada lebaran kedua, lalu segerombol orang masuk dan merusak restoran tersebut..  sampai akhirnya sang bapak yang sakit terbujur dan meninggal, saya pikir ini penggambaran yang jujur, bahwa tidak semua umat islam mengerti akan arti cinta kasih, hal seperti ini tidak seharusnya diselesaikan dengan cara anarkis, masih banyak cara cara yang diajarkan islam untuk berdiplomasi. dari adegan ini saya banyak mengambil hikmah.. bahwa saya masih harus banyak belajar bagaimana cara berdiplomasi secara islam, bagaimana cinta kasih menurut islam..

well, saya bukan ustad ataupun seorang ahli agama, tetapi secara logis, saya menginginkan kita sebagai umat beragama bersosialisasi, saling toleransi dan harga menghargai

filem ini adalah salah satu alat hiburan masyarakat, jika ada yang bisa di ambil hikmah dari filem ini maka ambillah hikmah nya, jika ada yg merasa “kena sentil” maka introspeksilah.. selain itu anda dapat mendefinisikan filem ini sebagai bahan hiburan di bioskop atau DVD.

sebagai manusia saya mengambil banyak hikmah dari filem ini, saya yang tumbuh pada lingkungan plural sangat terbantu dengan adanya filem ini, banyak nilai nilai yang di ajarkan pada filem ini, salah satu yang saya dapatkan dari filem ini adalah “semua agama mengajarkan tentang cinta kasih” maka dari itu.. marilah kita saling harga menghargai, dunia akan semakin indah apabila kita dapat rukun dan tentram tanpa memperdulikan perbedaan

Advertisements

R.E.S.P.E.C.T


respect… kata ini sering menjadi sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap manusia… pada saat kita duduk di sekolah dasar.. kita mengenal kata ini dengan harga menghargai… seiring berjalannya waktu.. rasa harga menghargai kelihatannya sudah semakin luntur (saya tidak begitu tahu dengan anda, tapi saya kerap mengalami ini)

sebagai manusia modern yang berpendidikan, anda akan berusaha untuk earn the respect, banyak cara yang digunakan untuk mendapatkan respect seseorang, contohnya: umur, pendidikan, status sosial, dan lain lain.

pada saat seseorang berada pada tingkat yang lebih tinggi, misalnya umur, maka dengan otomatis dia akan mendapatkan respect dari seseorang yang lebih muda… tapi apakah jika kedua orang tersebut tidak terpaut oleh umur… apa yang menjadi tolak ukur untuk kita menghargai seseorang? well.. bagi saya.. nothing… tidak ada sebuah tolak ukur yang harus digunakan… setiap manusia berhak untuk di hargai, effort sesorang dalam melakukan sesuatu, terlebih jika kita yang di untungkan… itu sudah seharusnya di hargai.. walaupun hasilnya tidak terlalu baik… setidaknya gunakanlah kata “terima kasih” atau “Good Job”, kata tersebut dapat menghilangkan penat dan jerih payah sesorang.

nah.. pertanyaannya… bagaimana bila anda menghargai seseorang, tapi dia tidak menghargai anda? bagi saya.. jawabanya simple… orang yang tidak mampu menghargai orang lain, maka dia tidak berhak di hargai, karena dia tidak menghargai dirinya sendiri. sebuah kutipan dari pengusaha yang menjadi panutan saya Donald D Trump, “you must earn the respect”, kira kira artinya, anda harus mendapatkan respect (dengan usaha), jika anda ingin dihargai.. maka hargailah

well.. sekali lagi.. sebuah cerminan hidup yang pantas untuk di dokumentasikan, semoga setelah tulisan ini penulis menjadi banyak belajar untuk menghargai orang lain

Hari Pertama Mengajar


hari ini tanggal 12 bulan maret tahun 2011, hari pertama saya mengajar di Universitas Nasional Pasim, pagi ini pukul 8 saya mengajar Pengantar Database dengan menggunakan Ms. Access, dan nanti pada pukul 11 saya akan mengajar pengantar algoritmasampai jam 1 siang…

kesan pertama mengajar di Univ Pasim…. karyawan administrasinya baik baik 🙂 sangan membantu saya selaku dosen baru…

mahasiswanya juga gak rewel.. memang sih sedikit terlambat pada mata kuliah database tadi pagi.. tapi perkuliahan berjalan lancar.. dan mahasiswa yang saya “kuliahi” cukup aktif 😀

pagi ini saya mengajarkan cara membuat tabel dalam sebuah database kepada mahasiswa… kemampuan menyerap mereka cukup bagus..  gak rewel dan yang cukup mengagetkan 90% dari mahasiswa saya adalah perempuan.. saya cukup kaget karena biasanya orang orang yg mengambil mata kuliah IT adalah kali laki

well.. 5 menit lagi jam 11, semoga mahasiwanya tidak terlambat 😀 masa dosennya di suruh nungguin mereka 😀

Pelajaran Berharga dari Seorang Pak Tua


pada post sebelumnya saya bercerita tentang saya yang berangkat ke Padang, karena urusan keluarga, dan cerita tersebut terhenti pada saat pengumuman pesawat yang akan saya tumpangi Boarding, pendek kata, post ini adalah kelanjutan dari cerita tersebut

setelah pengumuman boarding para penumpang bergegas menuju pesawat, seperti biasa, saya melihat orang orang yang berjalan cepat menuju pesawat, ada satu hal menarik yang saya lihat, seorang pak tua yang di papah oleh anaknya di kejauhan, sekedar informasi, di tengah perjalanan sang pemandu jalan dari airport terus mengatakan, “Seat 1-20 lewat sini, seat 21 seterusnya lewat bawah”, kebetulan saya duduk di seat 31A, jadi saya harus turun tangga dan melewati jalan “outdoor” yang pada saat itu sedikit becek karena hujan, kembali ke pak tua tadi, semakin lama saya semakin mendekatinya, terlihat pak tua dan anaknya kesulitan menuruni anak tangga, menyebabkan sedikit kemacetan di tangga tersebut, beberapa penumpang terlihat tidak sabar dan mencoba mendahului pak tua dan anaknya tersebut, saya salah seorangnya.

setelah pesawat mendarat di padang, para penumpang bergegas keluar pesawat, saya kembali melihat pak tua yang kelihatannya duduk di seat terdepan keluar tertatih tatih jauh di depan, saat itu saya mencoba mendekati mereka, dan mengatakan, “mas, bapaknya pakai kursi roda saja, itu disediakan di depan belalai gajah”, serta merta orang tua tersebut mengatakan sesuatu kepada saya

“saya masih kuat, saya akan terus berjalan sampai kaki ini mati rasa, saya tidak mau pakai kursi roda”

mendengar kalimat itu saya terhenti dan tertegun, saya yang berpikir hanya atas dasar kasihan, tidak melihat sebuah semangat yang begitu besar dari seseorang, penulis telah mendapat sebuah pelajaran berharga hari itu, bahwa semangat tidak akan lapuk dimakan usia, bahkan keterbatasan fisik.

semoga tulisa ini dapat bermanfaat bagi para pembaca

 

tulisan hari ini


hari ini selasa 22 februari saya harus kembali ke padang, dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan di toko, dikarenakan ayah saya harus ke Bangkok keesokan harinya, perjalanan dari Bandung ke Bandara Soekarno Hatta memakan waktu 3 setengah jam, berangkat dari Bandung SuperMall jam 2 siang sampai di Bandara jam 5.30 sore,

dan pesawat saya yaitu Lion Air tujuan Padang dijadwalkan akan terbang pada jam 7.45 Malam, what a day.. hampir half of the day di habiskan di jalan, sudah seharusnya Bandung mempunyai penerbangan dari Bandung ke Padang, sehingga saya bisa menghemat waktu

saat saya membuat tulisan ini, saya berada di dalam ruang tunggu B3 Bandara yang terletak di Zona 1B bandara Soekarno Hatta, menggunakan Modem CDMA Smart yang “Gratisan 15″ hari” tidak disangka speed yang saya dapatkan sangat memuaskan

sebentar lagi panggilan untuk penumpang ke Padang akan di umumkan..

cukup sekian dulu kelihatannya 😀

Selasa Pagi


pagi ini kubangun pukul 5.30 pagi

sholat subuh mandi dan segala rutinitas pagi

pukul 6.30 ku pacu byson ku berlari

karena jadwalku hari ini kuliah pagi

jam 7 pagi AI dan java bersama pak Soni

saat ku pacu byson ku berlari

kurasa jalanan sepi

tak kuasa ku terus naikkan gigi

hingga RPM byson ku meninggi

semangat 45 terasa di hati

karena biasanya ku tak pernah sekencang ini

sesampainya di ITB pagi ini

kembali kurasa sepi

gerbang masuk motor pun di kunci

akhirnya kutanya pak security

dan dia berkata… gimana sih dek sekarang kan maulid nabi

Budaya (Negatif) thinking di Indonesia


budaya menurut para ahli bahasa adalah sebuah kebiasaan baik.. contohnya seperti budaya budaya daerah yang di banggakan oleh seluruh rakyat Indonesia

tapi akhir akhir ini kelihatannya arti dari budaya tersebut tekah di salah artikan.. budaya adalah seuatu kebiasaan yang telah mendarah daging.. acap kali kita dengar berita berita di Televisi menggunakan bahasa “Budaya Korupsi”, “Budaya kekerasan” dan lain lain

hari ini saya ingin “curhat” mengenai budaya yang kurang terpuji yang dimiliki oleh bangsa ini…

Negative Thinking, atau berpikir buruk, pada tulisan ini negative thinking penulis artikan sebagai sikap berpikir yang negatif dan tidak membangun untuk pribadi pribadi seseorang

2 minggu yang lalu saya menghadiri kuliah bapak Budi Rahardjo, beliau mengatan bahwa indonesia menganut suatu sistem yaitu Distrust Society, beliau memberi contoh, sewaktu seseorang datang ke rumah kita dengan tampang seram, si pemilik rumah kemungkinan besar akan berpikir apakah ini orang jahat. suatu sikap berpikir tersebut merupakan bagian dari Negative Thinking.

apabila anda membahas suatu topik yang berkenaan dengan suatu yang tehnikal ataupun sesuatu yang mendalam, beberapa orang pendengar akan mengatakan “ah bahasanya berat, tidak menarik”, kecuali anda berada di dalam lingkungan terpelajar, sikap menjatuhkan suatu topik pembicaraan dan tidak mau mendengar menurut penulis juga termasuk sebuah bagian dari Negative Thinking.

selain itu, penulis pernah mengalami sendiri, ketika penulis menasihati seseorang, tentu saja penulis menggunakan bahasa yang sopan dan tidak offensive, tetapi dia dan teman temannya mencemooh nasihat itu dan menjadikan gurauan sehari hari, jika orang Padang menyebutkan sikap persebut “mencemeeh”, maka penulis memasukkan sikap tersebut dalam negative thinking

penulis hanya menyampaikan opini opini yang hari ini kebetulan muncul, bukan dengan maksud untuk me-judge seseorang, tetapi hanya untuk refleksi diri.. bagaimana lingkungan yang memiliki negative thinking dapat membantu saya agar menjadi seseorang yang positive thinking, seperti judul dari blog ini “Road to be the Better man”

jikalau saudara saudara mempunyai pengalaman ataupun masukan terhadap topik negative thinking, silahkan untuk berpartisipasi 🙂

salam

 

 

 

 

di Kampus (tidak) Kuliah


pagi ini jadwal kuliah Metodologi Penilitian jam 7.30 pagi…

udah bagun jam 5.. terus ngacir ke kampus pake Byson…

tiba tiba ada pemberitahuan dari Tata Usaha..

Kelas Metodologi Penelitian ditiadakan karena dosennya sakit!!

well dibalik derita ada makna.. berhubung tugas PSTI (perencanaan Sistem Teknologi Informasi) belum selesai.. akhirnya waktu yang seharusnya dipakai untuk kuliah di pakai untuk membahas tugas yang belum terselesaikan

=.=

inspirasi dari Budi Rahardjo


tanggal 1 Feburari 2010, saya masuk kelas Keamanan tingkat lanjut di pasca sarjana ITB.. kebetulan dosen kita adalah salah satu selebriti dunia ITB bapak Budi Rahardjo.. pagi para pembaca yg mengikuti berita berita tentang keamanan jaringan atau IT, pasti kenal Bapak kita yang satu ini..

tiba tiba pak Budi memperkenalkan blog nya 😀

tiba tiba jadi inget sama wordpress saya yang udah vakum 2 tahun hehe

well semoga bisa rajin nulis lagi hehe

didoakan kan yah  eheh

Pemilu 2009


Pemilu tahun ini (2009) ribet bgt.. sebagai KPPS gw ngerasain capenya pemilu, mulai dari persiapan, jemput kertas suara dan perangkatnya, kirim2 undangan, sampe tabulasi.. plus bkin berita acara yang seabreg abreg… ampun dah.. langsung tepar 2 hari abis pemilu